IEC Palsukan Stempel dan Tanda Tangan Presiden BEM UMK

KUDUS – Mas’ud Azhari dan satu temannya yang mengatasnamakan diri dari Indonesian Entrepreneur Club (IEC), membuat ulah di Kudus dan sekitarnya. Yakni dengan memalsukan stempel Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) dan tanda tangan Presiden BEM, Syafiq Bulloh Amin.

Pemalsuan stempel dan tanda tangan itu, dengan dalih untuk menyelenggarakan seminar bertajuk ‘’Seminar Motivasi Nasional Entrepreneur dan Pemuda Mandiri 2017 di era MEA’’, yang telah dilangsungkan pada 26 Februari.

‘’Namun berdasarkan surat yang beredar di sekolah-sekolah, tempat pelaksanaan berbeda-beda. Mulanya meminta BEM UMK untuk meminjamkan Auditorium UMK, karena waktunya berbarengan dengan kegiatan lain, maka dialihkan ke Graha Mustika, lalu informasinya akan dipindah ke GOR STAIN, dan terakhir bilangnya GOR Bung Karno Kudus,’’ terang Syafiq Bulloh Amin, Jum’at (24/2/2017).

Syafiq sendiri mengaku pernah ditemui Mas’ud Azhari dan temannya yang mengaku dari IEC itu, namun pihaknya belum pernah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pelaksaan itu.

‘’Saya ketemu dua kali dengannya, namun belum pernah MoU. Apalagi setelah itu, saya ikut Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Demak, sehingga praktis tidak ada pembicaraan lagi soal itu. Selesai KKN, saya menerima informasi dari beberapa sekolah terkait pelaksanaan seminar yang dalam suratnya digelar oleh IEC kerja sama dengan BEM UMK, lengkap dengan stempel dan tanda tangan saya yang dipalsukan,’’ ungkapnya.

Yang mengejutkan lagi, lanjutnya diamini Ayu Puspitowati, salah satu pengurus BEM UMK, Syafiq menerima surat dari salah satu perusahaan di Kudus, yang poinnya meminta maaf karena belum bisa berpartisipasi membantu kegiatan seminar.

‘’Menerima surat ini, jelas saya kaget. Akhirnya saya lapor ke pimpinan universitas dan didampingi Yusuf Istanto SH. MH. dosen Fakultas Hukum UMK, akhirnya merunut kasus ini dan kemudian meminta penjelasan ke Mas’ud Azhari dan temannya. karena ketika diminta penjelasan jawabnya muter-muter tanpa kejelasan, akhirnya mereka kita bawa ke Polres,’’ paparnya.

Buntutnya, dengan didampingi dosen UMK yang juga advokat, Yusuf Istanto, BEM UMK meminta pertanggungjawaban dari IEC, karena telah menyalahgunakan nama BEM UMK dengan membuat stempel sendiri dan memalsukan tanda tangan Presiden BEM UMK untuk kepentingan menggelar acara seminar.

Dalam pertemuan pada Jum’at lalu itu pun, belasan anggota IEC dipimpin manager area Jateng – DIY, Slamet Muridan S.Akun, akhirnya meminta maaf kepada Presiden BEM UMK secara pribadi, BEM UMK dan UMK secara kelembagaan, melalui media massa yang terbit pada Sabtu (25/2/2017) lalu. (Eros-Portal)