Mantapkan Tekad untuk Jadi Perguruan Tinggi Terdepan

SURAKARTA – Bagi insan akademik di Perguruan Tinggi (PT), khususnya Jawa Tengah, Universitas Muria Kudus (UMK) bukanlah nama yang asing. Dikenalnya UMK, berkat kiprah dan prestasinya yang ditorehkan sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa.

Selain itu, jaringan kerja sama UMK, juga tidak lagi berkutat dengan institusi dan PT di dalam negeri, namun sudah banyak juga kerja sama dengan pihak luar negeri yang sudah dilakukan. Nama UMK pun kian dikenal luas, setelah sukses menggelar Muria Cultural Program (MCP) yang diikuti oleh 61 mahasiswa dari 14 negara.

Kendati kian waktu nama UMK semakin dikenal, namun ini tidak menjadikan pimpinan, dosen dan staf akademik Universitas Muria Kudus (UMK) puas. Justru mereka kian memantapkan diri dan meneguhkan komitmen, agar secara kualitas senantiasa meningkat dari waktu ke waktu.

Pemantapan tekad dan komitmen untuk meningkatkan kualitas agar UMK menjadi PT terdepan, khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) yang digelar di Hotel Lorin Surakarta, 23-25 Februari 2017.

Raker itu dihadiri Pengurus Yayasan Pembina (YP.) UMK, pimpinan universitas, para dekan, kepala Program Studi (Prodi), kepala Tat Usaha (TU), kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), kepala lembaga, kepala badan, kepala biro, dan kepala Pusat Karier dan Pelacakan Alumni (PKPA).

‘’UMK menargetkan bisa meraih akreditasi A baik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) maupun Prodi ke depan,’’ tegas Rektor Dr. Suparnyo SH. MS. didampingi Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Dr. Subarkah SH. M.Hum dan kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi (Linfokom), Dr. Mukhamad Arwani MM.

Suparnyo menyampaikan, dalam Raker yang dilaksanakan di Hotel Lorin Surakarta, 23-25 Februari 2017 dengan tema ‘’Optimalisasi Kinerja Berbasis Indikator Akreditasi A: IPT dan Prodi’’ itu, UMK juga bertekad menjadi kampus terdepan di berbagai bidang.

‘’Terdepan yang dimaksud di sini, yaitu menjadi kampus yang berkualitas dalam hal pendidikan, penelitian (riset), maupun pemberdayaan pada masyarakat,’’ jelasnya lebih lanjut.

Subarkah mengemukakan, untuk mewujudkan komitmen itu, pimpinan universitas mendorong peningkatan kualitas dosen dan staf akademik yang ada. ‘’Selain itu, kerja sama baik dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri akan ditingkatkan. Ini menjadi keniscayaan, terlebih di era global saat ini, tak terkecuali persaingan di level ASEAN,’’ tuturnya. (Eros-Portal)