Akademisi Dalam dan Luar Negeri Pastikan Ikuti Teylin

UMK – Para pakar Bahasa Inggris dari dalam dan luar negeri, akan bertemu dalam Konferensi Internasional  Teaching for Young Learner in Indonesia (Teylin) dan Call for Paper pada 25 - 26 April 2017 mendatang.

Ini adalah konferensi internasional Teylin kedua yang Progam Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK). Konferensi internasional Teylin digelar untuk kali pertama pada September 2014.

Farid Noor Romadlon M.Pd, ketua panitia penyelenggara konferensi internasional Teylin, mengaku optimistis konferensi internasional Teylin untuk kali kedua ini, mendapatkan sambutan positif dari para akademisi baik dalam maupun luar negeri.

“Seluruh pelayanan dan admistrasi penyelenggaraan Teylin 2017 ini, berbasis komputer. Sejauh ini, sudah ada 30 akademisi dari berbagai institusi yang telah mengirimkan paper,’’ ujarnya saat ditemui reporter Humas UMK.

Selain itu, lanjutnya menambahakan, sudah ada para akademisi dari luar negeri yang telah menyatakan keikutsertaannya dalam Teylin 2017 ini, mereka antara lain berasal dari Thailand, India, dan Jepang.

‘’Penyelenggaraan konferensi internasional Teylin ini, selain untuk menjaga kontinuitas penyelenggaraan Teylin, juga untuk mempersatukan metode pembelajaran bahasa inggris untuk pemula (young learner), khususnya di Indonesia,’’ jelas Farid.

Dengan kata lain, paparnya, Teylin menjadi sarana efektif bertukar pengalaman mengenai pengajaran Bahasa Inggris, khususnya yang berbasis kearifan lokal. ‘’Harapannya kemudian, ada banyak terobosan baru yang sesuai dan cocok untuk diterapkan di Indonesia,” katanya.

Kepala Prodi PBI FKIP UMK, Diah Kurniati M.Pd., mengemukakan, sudah ada tiga narasumber yang telah memastikan dalam Teylin tahun ini. Yaitu Itje Chodijah (ELT dan EYL Proffesional Consultant, Indonesia), Nicholas Cooper (Lancaster University, United Kingdom), dan Shek Jo Ann (National Institute of Education, Singapore). (Wahab-Portal)