Dr. Mahir Sampaikan Pentingnya Cinta Tanah Air

- Dari Kunjungan Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid di UMK (Bagian-2)

UMK– Di Kabupaten Kudus, cendekiawan muslim asal Syiria, Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid melakukan berbagai kunjungan dan ceramah di beberapa tempat, dimulai dari Universitas Muria Kudus (UMK).

Di UMK, ceramah dikemas dalam Halaqah Qur’aniyyah yang mengusung tema ‘’Pesan Damai dan Cinta Tanah Air dalam Kajian Alqur’an’’. Acara dilangsungkan di Aula Masjid Darul Ilmi, Jum’at (20/1/2016) mulai sekitar 09.00 sedari pagi hingga menjelang ashar.

Pada kesempatan itu, Dr. Mahir mengulas pentingnya rasa cinta tanah air (hubbul wathan). ‘’Hubbul watahan adalah tema yang besar, yakni sebuah hal yang menjadi keharusan karena saat ini banyak negara Islam hancur karena ulah rakyat mereka sendiri, yang tidak kenal dan mengenal cinta tanah air,” tegasnya.

Dalam pandangannya, konflik di dunia Islam dipicu oleh kecenderungan meruncingnya perbedaan baik secara aqidah, pemikiran, ataupun golongan. “Apakah kalian semua tahu, bahwa semasa Rasulullah SAW adakah golongan Syiah, Khawarij, Murji’ah, dan Qodariyyah? Semua Sahabat hidup menepati satu akidah, sehingga hal yang relevan saat ini yaitu dengan berpegang teguh kepada jamaah (mayoritas) sebagai representasi kebenaran,’’ paparnya.

Doktor ahli al-Qur’an yang menguasai qira’at asyrah itu pun menegaskan, bahwa hubbul wathon (cinta tanah air) adalah sebuah keharusan (keniscayaan), kendati pemimpin yang ada dzalim dan fasiq sekalipun.

‘’Sedzalim apapun penguasa, kita tidak boleh memerangi, memusuhi apalagi sampai mengkudeta, karena hal itu hanya akan menghasilkan fitnah dan kekacauan yang lebih besar. Maka dari itu, gunakan dan kedepankanlah Ilmu yang bersumber dari para Ulama,’’ pesannya.

Di akhir ceramahnya, Dr. Mahir yang juga pakar ushul fiqh ini menekankan sekali lagi pentingnya cinta tanah air. ‘’Kewajiban kita saat ini, adalah bagaimana menjadi unsur masyarakat yang bisa menjaga negara serta tanah air. Jangan sampai menjadi unsur-unsur masyarakat yang justru merobohkan serta merusak negara dan tanah air kita,’’ tandasnya. (Wahab-Portal)