Arsyad: Riset dan Publikasi Internasional Penting

UNGARAN - Seorang dosen jangan sampai tidak punya riset (penelitian) dan publikasi. Dengan riset,akan melahirkan kualitas publikasi yang baik. Sudah pernah saya hitung, bahwa secara ekonomi,meneliti dan publikasi dengan mengajar income-nyalebih banyak meneliti.

Muhammad ArsyadP.hD., peneliti lulusan Ryukoku University, Kyoto,Japan mengutarakan hal itu dalam intensive workshop bertajuk“Writing and Publishing Article in Reputable International Journal Scopus Based” di ruang seminar Hotel Nugraha Wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin-Rabu (16-18/1/2017).

‘’Maka, jika dosen mau meneliti,disamping akan mendapat poin juga mendapat koin yang lumayan. Jadi seharusnya kita harus memberikan waktu yang banyak terhadap publikasi, utamanya publikasi internasional yang terindeks scopus,”paparnya.

Dia menyampaikan, menulis di jurnal itu jangan dilakukan sendiri, melainkan bisa dengan banyakorang. ‘’Ini untuk kepentingan sitasi universitas. Dengan banyaknya anggota peneliti, akan berkontribusi terhadap papernya,” terangnya yang juga dosen Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar itu.

Wakil Rektor I, Dr. MurtonoM.Pd., mengemukakan, pelatihan ini tidak sekadar bagaimana dosen bisa menulis di jurnal internasional, melainkan diharapkan langsung bisa submit. ‘’Jadi progress-nya terukur, yang ending-nya karya peserta dimuat di jurnal internasional,’’ katanya. ‘’UMK akan memberikan rewardbagi dosen yang karyanya berhasil dipublikasikan di jurnal internasional,’’ lanjutnya.

Rektor Dr. SuparnyoSH.MS., berharap agar para dosen di perguruan tinggi yang dipimpinnya, bisa menghasilkan karya-karyailmiah yang disitasi oleh banyak masyarakat dunia. ‘’Harapannya karya peserta bisa submit dan diterima. Dengan disitasinya artikel peserta pelatihan ini, akan mendongkrak prestasi UMK dan akhirnya mengantarkan UMK meraih akreditasi institusi A,’’ tuturnya. (Noor Ahsin-Portal)