Tips MAMPU dan 4 T dari Prof. Didi Suherdi

UMK – Mengusung tema “Literate Teachers 21st Century learners: Are you literate enough?”, kuliah tamu yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), itu menarik perhatian para mahasiswa.

Tidak sekadar karena kuliah tamu itu menghadirkan pakar sekelas Prof. Dr. Didi Suherdi M.Ed. Tetapi lantaran materi yang disampaikan guru besar dari UPI Bandung, itu benar-benar mampu memberikan pencerahan.

Dibuka oleh Dekan FKIP Dr. Slamet Utomo M.Pd., dalam kuliah umum yang diselenggarakan di Lantai IV Ruang Seminar Gedung Rektorat itu, Prof. Didi menyampaikan berbagai hal yang menarik terkait bagaimana menjadi pengajar (pendidik) yang baik.

Menurutnya, ada motto menarik yang bisa jadi bahan pembelajaran bersama, yakni MAMPU. MAMPU adalah akronim dari Memiliki Akhlak Mulia Prestasi Unggul. ‘’Para peserta kuliah umum bisa mencoba motto ini, jika ingin menjadi orang yang berakhlak mulia dan memiliki prestasi yang unggul,’’ katanya.

Selain itu, dia juga menyampaikan prinsip 4T. Yaitu ta’aruf, ta’alluf, tafhim, dan tasykil. ‘’Ta’aruf berarti memastikan siswa mengenal gurunya dengan baik, ta’alluf yaitu melibatkan proses belajar secara bertahap karena siswa perlu penyesuaian diri, tafhim adalah mengaitkan bakat siswa dengan apa yang dipelajari, sedang tasykil yaitu pembentukan sikap siswa dengan bakat dan apa yang telah dipelajari,’’ jelasnya.

Dr. Slamet Utomo dalam sambutannya, berharap, agar para mahasiswanya kelak bisa menjadi guru teladan. ‘’Jadilah guru yang baik, sehingga menjadi teladan bagi siswa, jangan menjadi guru yang monoton. Berikan sedikit guyonan, agar siswa tidak merasa bosan dan dapat membuka diri untuk menerima pelajaran tersebut,’’ pesannya.

Kepala Prodi PBI FKIP, Diah Kurniati S.Pd. M.Pd., menyampaikan, bahwa sudah lama pihaknya merencanakan menggelar kuliah tamu ini. ‘’Sudah sejak awal semester kami rencanakan, namun karena Prof. Didi baru ada waktu, sehingga baru bisa terselenggara saat ini,’’ tuturnya. (Vega Afifah, Arofatul Ulya-Portal)