Wakil Rektor Diajak Bekerja Keras Majukan UMK

UMK – Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), Dr. Suparnyo SH. MS. mengajak empat Wakil Rektor (WR) yang baru saja dilantiknya, untuk bekerja keras memajukan kampus tempatnya mengabdi, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Suparnyo mengutarakan hal itu usai melantik para WR yang akan mendampinginya memimpin perguruan tinggi di Kabupaten Kudus ini untuk periode 2016-2020. Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Rektor UMK No. 074/ R.UMK/ Kep/ Sek/ D.09.16/ XII/ 2016.

Empat pejabat baru itu, adalah Dr. Murtono M.Pd sebagai WR I menggantikan Dr. A. Hilal Madjdi M.Pd., Dr. Zainuri MM. yang menjabat WR II untuk kali kedua, Rohmad Winarso ST. MT. sebagai WR III menggantikan Drs. Hendy Hendro HS. M.Si., dan Dr. Subarkah SH. M.Hum menggantikan Drs. Muh Syafei M.Pd sebagai WR IV.

Pelantikan para WR dilakukan di Aula Masjid Darul Ilmi UMK, disaksikan ketua Yayasan Pembina (YP.) UMK Drs. H. Djuffan Ahmad beserta jajaran pengurus YP. UMK, para dekan, kepala lembaga, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan kepala biro.

‘’Mari bersama-sama memajukan UMK agar lebih berkualitas. Dalam empat tahun ke depan, paling tidak Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) UMK bisa meraih poin A dan masuk klaster II dari V klaster yang ada di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Ini cita-cita yang membutuhkan kerja keras,’’ tegasnya.

Rektor mengemukakan, untuk mendukung kualitas UMK agar lebih baik, para dosen yang sedang studi lanjut S-3, diharapkan secepatnya menyelesaikan studi. ‘’Banyak faktor untuk mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi. Salah satunya dosen dengan kualifikasi Doktor paling tidak 50 persen dari jumlah dosen yang ada,’’ jelasnya.

Selain itu, publikasi ilmiah di jurnal internasional, juga menjadi perhatian lain yang mendapatkan prioritas dan perhatian. ‘’Dalam waktu dekat, akan dilangsungkan bimbingan karya ilmiah yang terindeks Scopus bagi para dosen. Rencananya bimbingan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2017 mendatang,’’ katanya.

Ketua YP. UMK, Drs. H. Djuffan Ahmad, mengatakan, bahwa pergantian jabatan dalam sebuah institusi adalah hal yang bisa. ‘’Ini untuk penyegaran sekaligus sebagai amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya,’’ tuturnya.  

Menjabat sebagai WR, menurutnya, bukan pekerjaan ringan, karena satu sisi mereka masih harus mengajar sebagai seorang dosen. ‘’Mak para WR yang baru dilantik itu, perlu belajar dan ngangsu kaweruh kepada pejabat terdahulu,’’ pesannya. (Rosidi-Portal)