UMK Bangun Kualitas Dengan Program PHKI

KUDUS-Kampus Universitas Muria Kudus (UMK) yang memiliki visi culture university ini terus menggeliat menuju perubahan.

Tidak hanya kemegahan gedung-gedung berjajar, perubahan juga dilakukan di semua aspek yang menjadi kebutuhan para sivitas akademikan dan anggota masyarakat lain. Sehingga tampilan dan kinerja UMK saat ini tidak kalah jika dibanding dengan kampus-kampus di kota besar lainnya.

Karena itu, UMK merasa cukup berbangga hati, jika belakangan ini, mendapatkan apresiasi dari Direktorat Jendrak Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dalam mendapatkan dana dari Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) maupun Program Hibah Kompetisi (PHK)-A2.

Menurut penuturan Ir. Endang Dewi Murrinie MP, selaku pengelola program PHKI, untuk memperoleh program tersebut, UMK harus bersaing dengan 423 proposal lainnya dari PTN dan PTS di seluruh Indonesia. Setelah itu, lolos 143 proposal awal PTN dan PTS. Kemudian, setelah site visit, akhirnya dipillih 73 proposal perguruan tinggi yang dinyatakan berhasil lolos. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, ada 44 perguruan tinggi yang dinyatakan sebagai pemenang PHKI tahun 2008, termasuk di dalamnya UMK.

Menurut Rini, panggilan akrab Endang Dewi Murrinie, terdapat tiga program Pertama, Program Pengembangan Sistem Pengelolaan Sumber Daya dan Tata Kelola Perguruan Tinggi. Kedua, Program Peningkatan Kinerja dan Kapasitas Sisitem Informasi Universitas yang Terintegrasi dan yang terakhir Program Peningkatan Kinerja dan Kapasitas Sistem Penjaminan Mutu.

Dana PHKI diberikan secara bertahap selama tiga tahun. Untuk tahun pertama, UMK sudah melakukan penandatangan kontrak oleh Rektor UMK dengan pihak Dikti di Jakarta pada 5 April 2009 lalu. Selanjutnya untuk tahun kedua akan diberikan setelah program tahun pertama selesai. Begitu juga dengan dengan tahun ketiga, akan diberikan setelah program yang kedua selesai dilaksanakan.

Menurut Rini keberhasilan UMK dalam memperoleh program PHKI tidak lepas dari kekompakan semua tim.Sehingga tidak ada kendala yang berarti yang dapat menghambat proses pengajuan PHKI, tambah Rini

Dengan perolehan PHKI ini, UMK layak bersaing dengan PTN dan PTS lain. Nama UMK sudah cukup mendapatkan tempat di Dikti, tegas Rini. Penegasan ini ditimpali oleh Masruki Kabib bahwa UMK telah terbukti dapat memenangkan bebrapa program yang diselenggarakan Dikti. Masruki berharap program PHKI ini akan membuat UMK beberapa tingkat lebih baik diantara unversitas-universitas lain di Indonesia. (nana/portal)