Menu

Memantapkan PTN, Mengembangkan PTS

Sumber kampus.okezone.com Senin, 19 Desember 2011
KEBERADAAN Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Tengah dan Dearah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga kini masih menjadi primadona bagi calon mahasiswa. Ini tidak lepas dari anggapan masyarakat yang menilai kuliah di PTN lebih prestisius dan mudah diterima di dunia kerja.

Faktor lainnya adalah PTN dinilai lebih berkualitas dan biaya lebih murah dibandingkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kondisi inilah yang menyebabkan banyak PTS di Jateng dan DIY, terutama PTS-PTS kecil sering kekurangan mahasiswa saat penerimaan mahasiswa baru dibuka. PTS harus “menunggu” terlebih dulu sisa para calon mahasiswa baru yang tidak lolos masuk PTN untuk direkrut.

Belum lagi di lingkup PTS kecil sering kali masih kalah bersaing dengan PTS-PTS yang sudah mapan. Ini juga menjadi salah satu faktor sulit berkembangnya PTS, dengan sumber dana yang hanya mengandalkan dari jumlah mahasiswa, berkembangnya PTS pun terhambat.

Sebagai perbandingan, dari data Koordinasi Perguruan Tinggi (Kopertis) Wilayah VI Jateng, terdapat 238 PTS yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Jumlah PTS tersebut meliputi akademi, institut, sekolah tinggi, serta universitas dengan jumlah total mahasiswa berkisar 280.000 orang.


Dibandingkan dengan jumlah PTS, PTN di Jateng hanya berjumlah enam, yakni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Politeknik Negeri Semarang (Polines), dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta. Namun di satu sisi, dari berbagai kendala yang dihadapi oleh PTS, pemerintah dipandang sejumlah pihak masih menganaktirikan PTS.

Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (Aptisi), Profesor Laode Masihu Kamaludin mengatakan, pemerintah hingga kini masih terfokus pada pengembangan dan pemberian sejumlah bantuan seperti bantuan pendidikan dan penelitian di PTN. Sementara PTS, masih bernasib kurang beruntung dengan berjuang sendiri di tengah banyaknya persaingan PT.

Berlomba Tawarkan Kualitas untuk Calon Mahasiswa Perguruan Tinggi (PT) merupakan lembaga pendidikan yang diharapkan bisa menghasilkan para manusia yang memiliki akhlak, ilmu pengetahuan dan prestasi yang baik sehingga perannya dapat dirasakan oleh suatu masyarakat. Dan yang terpenting lulusannya bisa segera diserap lapangan pekerjaan, memiliki hasil penelitian yang memuaskan dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Hanya saja untuk mewujudkan hal ini, tentunya bukan hal yang mudah, namun perlu berbagai langkah. Itulah kiranya yang sekarang sedang dihadapi dan menjadi tantangan para pengelola PT, baik negeri maupun swasta.

Salah satu yang sekarang selalu dimunculkan oleh PT itu, yaitu masalah peningkatan kualitas pendidikan dan menawarkan bidang akademik yang menjadi unggulan, seperti program studi (prodi) maupun kegiatan ekstrakulikuler dan intrakulikuler yang menjadi unggulan di kampus tersebut serta bagaimana prospek lulusan nanti. Misalnya, Universitas Gadjah Mada (UGM), meski PTN pertama di Indonesia ini dalam tahun akademik baru tetap menjadi pilihan utama.

“Sebenarnya untuk penerimaan mahasiswa baru, kami tidak ada program khusus, sebab sebagai PTN sudah ada sistem tersendiri, yaitu melalui SNMPTN,” ungkap Sekretaris Direktur Administrasi Akademik (DAA) UGM Agus Wiranto.

Hal sama dilakukan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. UII terus mendekatkan diri kepada masyarakat dengan selalu melakukan roadshow ke beberapa wilayah di Indonesia.

Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta Djohan mengatakan, UKDW saat ini sedang menyempurnakan program yang akan mengarah ke satu universitas yang bisa mengintegrasikan riset dan kewirausahaan. (priyo setyawan/susilo himawan/koran si)(//rfa)

 

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06805618
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
108
248
1942
6800280
5338
15138
6805618

IP: 192.168.1.34
Jam Server: 2019-12-14 03:56:24

Kami memiliki 73 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top