Tidak ada yang menyangkal, bahwa hadirnya Universitas Muria Kudus (UMK), membawa angin segar bagi pembangunan daerah di Kabupaten Kudus.

Kehadirannya, turut membawa perubahan yang cukup signifikan. Tidak hanya dalam melahirkan inteletual-intelektual baru dari berbagai ragam disiplin keilmuan. Lebih dari itu, melahirkan dan membangun peradaban di kota baru yang terbentuk tersebut.

Kota baru di kawasan Desa Dersalam dan Desa Gondangmanis tersebut, ditandai dengan munculnya perumahan Perumahan Muria Indah, berdirinya Ruko-ruko, warung serta berbagai kegiatan ekonomi lain.

Berbagai harapan pun tersemat. Drs Asrofi, Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Kudus, berharap, agar segenap civitas akademika UMK, senantiasa meningkatkan intelektualitas dan peran sosialnya. angan cuma puas di dalam kampus, karena banyak tugas sosial yang lebih besar menunggu di luar, katanya.

 


UMK-Mahasiswa adalah harapan bangsa, karena mahasiswa adalah agen perubahan. Karena itu, bila mahasiswanya baik, maka akan baiklah bangsa ini. Tapi jika mahasiswanya buruk, maka hancurlah bangsa ini. Lebih-lebih, Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan dunia karena korupsinya. Untuk itu, mahasiswa sebagai agen of change (agen perubahan) harus mampu mendobrak kezaliman para koruptor di negeri ini. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan hidup jujur dan selalu memegang amanah.


Itulah pesan yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Yayasan Pembina UMK, Drs. H.Djuffan Ahmad, pada sebuah kesempatan Media Ghatering dengan para wartawan media cetak dan elektronik di Kudus, yang diselenggarakan belum lama ini di Kampus UMK, Gondang Manis, Bae.


Menurut Djuffan, UMK tak hanya berfungsi sebagai tempat belajar mahasiswa, tetapi juga sebagai Kawah Candradimuka untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin bangsa ini. Karena itu, saya selalu berpesan agar dalam pendidikan ini ditekankan pada pembentukan pribadi yang jujur dan bertanggungjawab, tegasnya.

 


UMK-Memasuki usia 29 tahun, Universitas Muria Kudus (UMK) terus melengkapi berbagai fasilitas di lingkungan kampus. Salah satunya adalah dengan menyediakan area hotspot yang bisa digunakan untuk ngenet (internet, Red) secara gratis.


Fasilitas tersebut tampaknya tak disia-siakan oleh para mahasiswa UMK yang kini berjumlah ribuan. Terbukti, mereka yang memiliki laptop banyak memanfaatkan untuk ngenet ria. Apabila Anda datang ke kampus UMK, maka Anda akan menyaksikan banyak mahasiswa membuka laptopnya untuk mengakses internet, baik itu di taman maupun dengan cara lesehan di teras kampus. Hal ini menjadikan suasana kampus UMK semakin hidup.


Fasilitas hotspot memang diperuntukkan untuk para mahasiswa. Silakan mahasiswa memanfaatkan secara baik. Jangan untuk yang neko-neko, ujar Rektor UMK Prof. Dr. dr. Sarjadi, Sp.PA. Fasilitas area hotspot di UMK, menurut Miftachur Ridlo, staff UPT Psi, yang dipercaya untuk urusan IT UMK, tersedia di beberapa tempat. Di antaranya adalah di Gedung Rektorat (lantai 1 dan 2), Gedung Perpustakaan, Fakultas Pertanian dan Teknik. Untuk jangkauan areanya mencapai 100 meter dan bisa dipergunakan dari mulai pukul 07.00 sampai 21.00,tegasnya. (Hoery, Miun, Portal)

KAMPUS UMK-Mau kaya? Ya wiraswastalah!. Begitulah slogan yang diusung oleh panitia seminar inspirasi dan motivasi bisnis terspectakuler Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK), yang rencananya bakal digelar 24 Oktober di Auditorium UMK, Gondang Manis, Bae. Tak berlebihan jika panitia mengusung slogan tersebut. Sebab, yang bakal datang sebagai pembicara tunggal adalah Bob Sadino, yang dikenal sebagai pengusaha dan juga bapak entrepreneurship Indonesia ini.

Penguasaha yang selalu berpenampilan nyentrik dengan pakaian celana dan lengan pendek ini, nantinya tak hanya sekadar tampil sebagai pembicara saja, tetapi juga akan memberikan tips-tips bagaimana berwiraswasta yang berhasil. Semua bisa kaya, tak terkecuali juga mahasiswa. Setelah lulus, mahasiswa harus berorientasi menjadi penguasa, tak hanya jadi karyawan, kata sekretaris panitia seminar, Dwi Suntoro.