UMK- Masyarakat Kudus, khususnya petani, kebanyakan masih bergantung pada pestisida kimia. Padahal, pupuk ini bisa berpengaruh negatif pada lingkungan. Tapi, petani kini tak perlu resah, sebab mahasiswa UMK berhasil membuat pestisida dan pupuk hayati yang ramah lingkungan, yakni dengan memanfaatkan tanaman mamba (Azadirachta indica A.Juss).

Adalah Heni Agustningtiyas, Nova Laili Wisuda, dan Kridho Wahyu Maulana, mahasiswa Fakultas Pertanian, yang meneliti tanaman mimba sebagai pestisida dan pupuk hayati. Tanaman mimba ini dapat menyuburkan tumbuhan karena mengandung bahan aktif azadirachtin, meliantriol, salanin, nimbin dan nimbidin. Tanaman ini sendiri sangat mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita.


Waspadai Arus Globalisasi

UMK- Kabinet Susilo Bambang Yudoyono (SBY) jilid II baru saja dilantik. Berbagai pro dan kontra muncul menanggapi komposisi kabinet tersebut. Ada yang optimistis, tapi banyak pula yang pesimistis. Lalu bagaimana mahasiswa UMK menanggapi persoalan itu?

Dimas, mahasiwa Fakultas Ekonomi, mengaku tak menaruh harapan muluk-muluk terhadap kabinet SBY. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertatih-tatih, mustahil mampu bisa diselesaikan dalam jangka waktu lima tahun. Lebih-lebih seratus hari, jelas itu mustahil. Yang perlu diwaspadai saat ini justru ancaman globalisasi, tegasnya.


UMK Walau belum sempurna, bangunan megah setinggi tiga lantai yang terletak di bagian barat kampus Universitas Muria Kudus (UMK) sudah tampak keindahannya. UMK segera memiliki masjid baru, kata Nuha mengomentari. Di pintu utama bangunan tampak racikan huruf kaligrafi yang tertata rapi. Pada tulisan paling atas huruf kaligrafi tertulis Masjid Darul Ilmi. Tampaknya tulisan Darul Ilmi menjadi nama masjid tersebut. Cocok namanya, Darul lmi artinya tempat mencari ilmu, dan pas karena masjidnya berada di lingkungan kampus,tambah Nuha.

Menurut Fahrul Setyo, ST, pengawas lapangan pembangunan Masjid Darul Ilmi, perkiraan selesai pembangunan pada awal Desember 2009 mendatang. Sekarang masih dalam proses finishing seperti pengecatan, plaster dan lain sebagainya, jelas Facrul pada wartawan portal UMK.

UMK Teori dan praktek tentu berbeda. Bila ilmu tidak diaplikasikan maka tidak akan memiliki pengalaman. Inilah salah satu alasan mahasiswa FKIP Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti Praktek Pengajaran Lapangan (PPL) di SMPN 4 Kudus, Selasa (20/10).


Kegiatan PPL tersebut diikuti oleh 14 mahasiswa dengan dosen Pembimbing Rismiyanto, SS, MPd. Rombongan diterima oleh Parijiono, MPd, Kepala sekolah SMPN 4 Kudus yang berlokasi di Ddesa Singocandi Kecamatan Kota, Kudus.