UMK-Dunia penelitian memang menarik untuk disimak. Apalagi hasil penelitian tersebut memberi dampak positif bagi kehidupan manusia. Tentunya karya ilmiah itu menjadi rujukan siapa saja yang ingin belajar dan melakukan pengembangan.

Dalam tridarma perguruan tinggi, kegiatan penelitian masuk dalam ketegori yang cukup penting. Civitas akademika mulai profesor, dosen, dan mahasiswa untuk memeroleh gelar, harus melaksanakan penelitian terlebih dahulu. Penelitian bagi perguruan tinggi wujud kompetensi dan dedikasi keilmuan yang ditekuni seseorang.

Seperti yang dilakukan oleh Ir. Veronika dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muria Kudus (UMK), hari-harinya disibukkan meneliti tanaman obat. Di laborat Kultur Jaringan berluaskan sekitar 5X6 m itu, dosen berkacamata ini menuangkan cairan ke dalam gelas-gelas yang tersaji. Benda cair itu nantinya berubah bentuk menjadi agar-agar, dan berfungsi sebagai media pertumbuhan.

 


UMK-Akhir tahun 2009, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), kembali mengucurkan dana beasiswa Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta di lingkungan Kordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VI, Jawa Tengah. Besaran bantuan Rp. 500 rb tiap semester, per mahasiswa. Setiap mahasiswa rencananya akan mendapatkan dana 1 juta dalam dua semester sekaligus.

Dalam surat edaran Depdiknas Kopertis Wilayah VI, dengan nomor surat 14/2/006.2/KM/2009, Universitas Muria Kudus (UMK) mendapatkan alokasi BKM sebanyak 465 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, Fakultas Ekonomi mendapatkan alokasi 94 mahasiswa yang terdiri dari Program Studi (Prodi) Manajemen (S1) 68 mahasiswa, Prodi Akuntansi (S1) 9 mahasiswa, dan Prodi Akuntansi (DIII) 17 mahasiswa. Fakulktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK sebanyak 184 mahasiswa yang terdiri dari Prodi Bimbingan Konseling (BK) 44 mahasiswa, dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 140 mahasiswa. Fakultas Psikologi 10 mahasiswa, Fakultas Hukum 28 mahasiswa, dan Fakultas Pertanian 12 mahasiswa.


UMK-Peredaran obat-obat terlarang membuat berbagai kalangan khawatir. Pasalnya, penyalahan obat-obatan terlarang tersebut akan merusak masyarakat, terutama generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa. Sehingga, pencegahan terhadap obat-obatan terlarang ini harus mendapatkan perhatian khusus.

Demikian pemaparan Hendy Hendro HS saat seminar narkoba yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK), medio bulan ini.

Menurut Hendy, penyalahgunaan narkoba akan menimbulkan dampak negatif. Baik fisik, mental maupun dalam kehidupan sosial. Dari sisi fisik, pemakai akan terganggu fungsi otaknya, pernafasan, jantung dan pembuluh darah bahkan rawan dengan penyakit HIV/AIDS.

Sedangkan dampak mental, pemakai akan penakut, rendah diri, egois, paranoid bahkan menjadi penipu dan pembunuh. "Ini dikarenakan pemakai narkoba mempunyai sosial yang buruk pula," tambah Hendy.

 


UKM-Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang diselenggarakan tahun ini terasa berbeda. Pelaksanaan PPL tak hanya untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), melainkan telah termasuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, yang semula hanya di sekitar Kudus kini telah merambah hingga Pati Dan Jepara.
Menurut penuturan Fitri Budi Suryani, ketua program studi (Kaprodi) Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus (UMK), pelaksanaan PPL di SMP bertujuan untuk melebarkan sayap promosi Prodi bahasa Inggris agar tak sekedar di tingkat SMA.
Selain itu, PPL di SMP juga untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengajar di tingkat SMP. Pasalnya, dalam mengajar anak SMP justru dibutuhkan tenaga ekstra di bandingkan mengajar pada tingkat SMA.Selain itu, kemungkinan besar lulusan BI paling banyak akan terserap ditingkat SMP bahkan SD, tambah wanita berkacamata ini.