UMK-Sejumlah 225 anak yatim berkumpul di Masjid Darul ‘Ilmi Universitas Muria Kudus, Sabtu (14/8). Mereka tak ubahnya dengan anak-anak lainnya, hanya yang membedakan orang tua mereka telah tiada. Susah memang menjadi anak yatim, tapi menurut penceramah dalam acara itu, KH Asnawi Latif, lebih susah lagi orang yatim saat ini.

Susahnya lebih besar, karena orang yatim saat ini adalah mereka yang tak punya ilmu dan akhlak. “Susah orang yatim saat ini tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Panutan mereka tidak ditaati, sehingga disebut yatim,” kata kiai muda ini.
 


UMK – Pagi itu (4/08) jam lima empat puluh lima menit Muflikhah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) telah berada di kampus, guna mengikuti Kuliah Kunjungan Lapangan (KKL). “Saya pikir saya yang terakhir, dan telah ditunggu banyak orang, rencananya pemberangkatannya kan jam 6, e..ternyata jam 6:30 ”, kata Mahasiswi semester empat itu merasa khawatir jika terlambat.
Setelah ke 28 peserta berkumpul, rombongan KKL pun diberangkatkan dan mulai perlahan meninggalkan kampus UMK tepat pada pukul enam tiga puluh menit. Sesampainya di Semarang, tibalah pada kunjungan pertama mereka di Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang.
“Disana saya merasa senang, karena dari awal saya ingin mengetahui peranan psikologi klinis terhadap mereka yang berkebutuhan khusus”, tutur Muf, sembari tersenyum saat di wawancarai portal UMK. Sebelumnya Muf beranggapan bahwa bocah yang memiliki kebutuhan khusus itu susah untuk menanganinya, namun anggapannya itu terbatahkan ketika melihat anak-anak tersebut menunjukkan bakatnya yang luar biasa.
“Mereka ada yang pandai menggambar kartun jepang hanya dalam waktu satu menit, ada pula yang pandai bermain musik, menari, dan menyanyi”, kata Pak Ari Wakil Kepala Sekolah SLB N Semarang. Bahkan kemampuan mereka, sebut saja Kharisma, yang memiliki bakat menyanyi itu pun sempat menjadi bintang tamu pada acara Kick Andy-Metro TV.

 


UMK-Pengumuman Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) gelombang II Tahun Akademik 2010/2011 Universitas Muria Kudus (UMK) diumumkan pada hari Sabtu, 14 Agustus 2010, jam 10.00 WIB. Para calon mahasiswa baru UMK bisa memperoleh informasi pengumuman Sipenmaru Gelombang II di papan pengumuamn Kampus UMK atau melalui alamat Website UMK di www.umk.ac.id.
Menurut Pembantu Rektor I, Drs. Masluri, MM, dari 995 pendaftar pada gelombang II, yang ikut tes sipenmaru yang diselenggarakan pada Sabtu, 7 Agustus lalu, sebanyak 757 orang, peserta bebas tes 238 orang. Pada Sipenmaru Gelombang II yang diterima di 14 program studi yang dibuka pada gelombang II sebanyak 803 orang.
Peserta tes yang diterima pada gelombang II ini diharapkan melakukan her-registrasi mulai tanggal 16 sampai dengan 25 Agutus 2010 di kampus UMK, jam 08.30-12.30 WIB tempat Kantor BAU dan BAAK UMK. Adapun persyaratan her-registrasi yang harus dilampirkan oleh calon mahasiswa adalah :

1. Bukti Pembayaran Bank Syaria’ah Mandiri Cabang Kudus, 1 lembar.
2. Foto copy Ijazah SMTA dilegalisir, 1 lembar.
3. Pas foto 2 x 3 cm, 1 lembar.

Khusus calon mahasiswa pindahan (transfer) ditambah :

4. Foto copy ijazah Sarjana Muda/Diploma dilegalisir, 1 lembar.

5. Foto copy transkrip nilai Sarjana Muda/Diploma dilegalisir, 1 lembar.

Semua persyaratan dimasukkan dalam stopmap berwarna :
• KUNING : Fakultas Ekonomi
• MERAH : Fakultas Hukum, Fakuktas Pertanian, dan Fakultas Psikologi.
• BIRU : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
• HIJAU : Fakultas Teknik.

Secara lengkap pengumuman sipenmaru UMK Gelombang II dapat dilihat di sini. (Hoery/Portal)

UMK-Pembatasan peredaran tembakau dan produk berbahan tembakau tidak menurunkan minat masyarakat dalam mengkonsumsi rokok. Karena rokok sudah menjadi bagian hidup rakyat Indonesia sejak tahun 1800-an, terutama dalam bentuk rokok klobot dan kretek. “Selain itu, merokok juga telah menjadi simbul kejantanan dan persahabatan dan menjadi life style,” tutur Nusron Wahid anggota Komisi XI DPR RI, pada Seminar Nasional dengan tema Politik Hukum Regulasi Rokok di Indonesia di Gedung Rektorat lantai empat, Senin (09/08)

Seminar Nasional yang diadakan Mahasiswa Program Megister Ilmu Hukum UMK angkatan II itu selain H. Nusron Wahid (anggota DPR), menghadirkan Soewarno M Serad (Direktur Publik Affair PT Djarum), Tulus Abadi, SH (YLKI Jakarta), Rommy Fibri (Produser Eksekutif SCTV), Hasyim Asyari, SH, MSi (Dosen Fakultas Hukum UNDIP Semarang).

Menurut Nusron dampak pembatasan akan mengakibatkan menurunnya jumlah industri rokok. Lalu berdampak menurunnya bahan baku dan tenaga kerja. Rakyat kecil, seperti petani tembakau, petani cengkeh, buruh perkebunan, dan buruh pabrik akan kena imbas terburuk. Sehingga pendapatan rumah tangga menurun. “Maka langkah pembatasan industri rokok merupakan pemiskinan struktural,” tandasnya.