Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Prof Dr dr Sarjadi Sp.PA dalam kesempatan halal bi halal sekaligus media gathering yang dilaksanakan Senin (28/09/2009), menagih komitmen para dosen dan pimpinan fakultas demi kemajuan UMK di masa depan. Yaitu bagaimana agar para dosen dan pimpinan fakultas senantiasa melakukan evaluasi setiap sebulan sekali, dengan berbekal dokumen kliping media yang dilakukan oleh pihak Humas.

Lontaran tersebut, sekaligus mencoba menjawab pertanyaan para wartawan yang hadir terkait peran sosial UMK berikut mahasiswanya. Bahwa para intelektual atau cendekiawan UMK, tidak seharusnya terperangkap dalam menara gading dan terkungkung dalam kampus ansich.

Dulu saya pernah meminta kepada Humas agar mengkliping berbagai isu terutama terkait masalah pendidikan yang ada di media cetak. Kliping tersebut bisa menjadi bahan kajian para dosen untuk melihat, apa isu yang bisa ditangkap dan ditindaklanjuti, kata Prof Sarjadi.

Lontaran Rektor tersebut, merupakan sebuah tantangan bagi para dosen yang ada di UMK. Apalagi menurut berbagai pengamatan para wartawan yang hadir waktu itu, UMK memerlukan peningkatan dalam berbagai hal demi memajukan universitas terbesar di Pantura Timur Jawa Tengah tersebut.

 


Hubungan dengan berbagai pihak, menjadi sebuah keniscayaan bagi sebuah lembaga (institusi). Pasalnya, masukan-masukan dari berbagai pihak yang terjalin secara harmonis tersebut lah, sebuah institusi bisa lebih mengetahui kekurangan-kekurangan maupun kelebihan yang telah dimiliki.

Universitas Muria Kudus (UMK), dalam rangka membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak tersebut, di antaranya diwujudkan dengan menjalin kontak harmonis dengan media (wartawan).

Terus Berbenah Menjadi Yang Terbaik

Kesadaran bahwa wartawan sebagai ujung tombak informasi, maka masukan-masukan yang diberikan, menjadi sesuatu yang berharga dan menjadi catatan penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Karena itu, pada Senin (28/09/2009) lalu, UMK mengadakan media gathering sekaligus halal bi halal dengan para wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Kudus.

Bertempat di ruang VIP lantai I Gedung Induk, para wartawan disambut oleh Ketua Yayasan H Djuffan Ahad, Rektor Prof Dr dr Sarjadi, Sp.PA., para Pembantur Rektor, Dekan dan para pejabat strukturla UMK lainnya.


Di Jalan Gondang Manis. Tak jauh dari lereng Gunung Muria. Gedung-gedung bertingkat, berdiri menjulang. Asri dan rapi. Lalu lalang manusia keluar masuk, melewati sebuah gerbang, yang dijaga oleh sekelompok petugas keamanan.

Persis di samping gerbang masuk, sebuah tempat parkir yang sangat luas, dijaga beberapa petugas. Sementara di bagian Barat tempat parkir tersebut, sebuah wall climbing, berdiri dengan gagahnya.
Ya, itulah sekilas suasana Universitas Muria Kudus (UMK). Sebuah universitas yang cukup ternama di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah.
Pada mulanya, area kampus UMK yang kini memiliki luas lebih dari tiga hektar, hanyalah tempat dengan penuh belukar, yang bahkan sangat angker. Dulu, area kampus ini bahkan merupakan kompleks pemakaman warga keturunan Tionghoa.

Namun sejalan dengan perkembangan zaman, lahan tersebut digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, yaitu sebagai kawasan kampus, untuk para mahasiswa menuntut ilmu.

Cikal bakal berdirinya UMK ini, juga melewati sebuah rentetan yang sangat panjang. Tanpa harus menjelaskan sejarahnya secara lengkap, pada akhirnya, lambat laun namun pasti, univeristas ini, kini mengalami kemajuan yang kian pesat.

 


Kudus- Kemeriahan bulan suci Ramadhan tidak hanya di tempat ibadah. Kemeriahan Ramadhan juga menyelimuti Kampus Universitas Muria Kudus (UMK). Wajah polos dan ceria sekitar 200 anak-anak yatim, memberi sentuhan khusus pada momen Ramadhan di UMK. Anak-anak yang minus kasih sayang orang tua (karena telah tiada) tersebut, tertegun begitu memasuki kampus UMK. Bukan hanya karena melihat teman senasib yang jarang berkumpul dari antar panti asuhan, tetapi juga karena mereka tengah menikmati suasana kampus yang tidak setiap hari mereka saksikan.

Bertempat di Auditorium UMK, mereka seakan lupa dengan nasib yang dialaminya. Dengan asyiknya, mereka menikmati setiap acara yang disuguhkan oleh para mahasiswa UMK. Anak-anak yatim tersebut berkunjung dan mengikuti acara atas undangan dari Yayasan Pembina UMK dalam rangka kegiatan pemberian santunan dan buka bersama.