UMK – Atribut warna oranye tidak hanya ditujukan pada tim kesebelasan Negeri Kincir Angin (Belanda), akhir pekan lalu (26/6) warna aranye juga mengerumuni halaman depan kampus Universitas Muria Kudus (UMK). Seragam oranye menjadi warna dominan pada kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Muria Kudus (UMK) ke-30. Selain jalan santai yang menempuh jarak kurang lebih 10 km, peringatan dies natalis UMK diisi dengan berbagai acara. Sabtu (26/6) misalnya digelar acara dari pagi hingga sore.
"Pada pagi hari kami mengadakan jalan sehat yang diikuti beberapa pejabat di Kudus, seperti Wakapolres dan Dandim, para pengusaha, pengurus yayasan, pimpinan universitas, dosen, karyawan dan keluarga, serta mahasiswa," kata Humas UMK, Zamhuri, Senin (28/6).

Pada hari yang sama digelar bazar dan pameran yang diikuti 40 stan dari UMK, UKM (usaha kecil dan menengah) binaan UMK, dan UKM lainnya se-Eks Karesidenan Pati. Selain itu, universitas yang berkampus di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, tersebut juga mengadakan beberapa lomba, seperti lomba menggambar dan mewarnai tingkat play group dan TK, lomba keterampilan komputer tingkat SD, lomba menyanyi tingkat SLTP dan SLTA, LKTI tingkat SLTA, dan lomba karikatur.
Seni Tradisi Bazar dan pameran yang ditempatkan di area parkir berlangsung hingga Minggu (28/6). Kegiatan itu menarik perhatian masyarakat. Apalagi para mahasiswa berusaha menampilkan berbagai sajian yang atraktif.

 


UMK-Fakultas Psikologi (F Psi) Universitas Muria Kudus (UMK) yang berdiri pada 28 Maret 2002, kini telah berusia sewindu (8 tahun). Dalam usia yang masih belia, keberadaan FPsi UMK, yang sudah terakreditasi pada 30 Oktober 2008 dengan SK: 027/BAN-PT/Ak-XI/S1/X/2008, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan akademik. Hal ini karena tantangan dan tuntutan masyarakat terhadap keberadaan Sarjana Psikologi semakin komplek dan kompetitif.

Apalagi bila mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, Pasal 6 Ayat 6, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, menyebutkan bahwa untuk menjadi guru pada satuan pendidikan TK atau RA atau TKLB atau bentuk lain yang sederajat dan pada satuan pendidikan SD atau MI atau SDLB atau bentuk lain yang sederajat, bisa dari Sarjana Psikologi.

Hal ini berarti Sarjana Psikologi harus bisa memenuhi kualifikasi dan kompetensi standar profesi guru yang dibutuhkan. Karena itu, jauh-jauh hari FPsi UMK telah merancang kompetensi lulusan Sarjana Psikologi UMK yang unggul dalam menyelenggarakan, mengembangkan dan menerapkan ilmu psikologi berdasarkan nilai-nilai profesionalitas, moral dan kearifan lokal (local wisdom).

 


UMK-Suara kalkulator terdengar begitu cepat ketika masuk di Kegiatan “Accounting Fair” (AF) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akutansi Universitas Muria Kudus (UMK). AF kali ini diperuntukkan bagi pelajar SMA/Sederajat di eks Karisedenan Pati. Kegiatan ini bertempat di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Rektorat UMK.

“Kegiatan AF merupakan kegiatan rutin Program Studi Akutansi sebagai ajang kompetisi bagi pelajar SMA/Sederajat tetutama mereka yang senang dengan Akutansi. Selain itu kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menyambut Dies Natalis UMK ”ujar Faruq, ketua HMJ Akutansi.

Kegiatan AF diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari SMK/Sederajat dari Kudus, Jepara, Pati, dan Rembang. Para peserta AF diberi pertanyaan teori berupa pilihan ganda yang harus diselesaikan pada sesi pertama dan dilanjutkan pertanyaan aplikatif mengenai akutansi. Selanjutnya dipilih lima peserta terbaik untuk merebutkan tiga besar. Kelima peserta tersebut akan diadu dalam cerdas cermat akutansi.


Sifat ”Prajurit” Mengembalikan Karakter Bangsa

UMK- Perguruan Tinggi (PT), termasuk di dalamnya para pendidik (dosen atau karyawan) harus memiliki sikap ”prajurit”. Kata prajurit merupakan akronim dari prasaja (bersahaja), jujur, dan irit (hemat). Tanpa memiliki sifat prajurit, maka pendidikan yang diselenggarakan akan kehilangan karakternya. Demikian benang merah dari kegiatan ”Sarasehan dan Dialog” dalam rangka memeringati 3 dasarwarsa (30 tahun) berdirinya Universitas Muria Kudus. Sarasehan diikuti oleh unsur Muspida Kabupaten Kudus, Pengusaha, Pimpinan Yayasan dan Rektorat serta sivitas akademika tersebut berlangsung pada Sabtu (12/6/10) di Lanlai 1 Gedung Islamic Centre UMK. Sarasehan yang mengankat tema ”Mengembangkan Perguruan Tinggi dalam Membangun Karakter Bangsa berlangsung ganyeng dan meriah.

Pada kesempatan tersebut Rektor UMK, Prof. Sarjadi menguraikan tentang kampus kebudayaan yang harus dicerminkan dengan perilaku dari sivitas akademika, terutama yang terdapat dalam slogan UMK yaitu ”Cerdas dan Santun”. Dua kata tersebut merupakan cermi dari penerapan kampus berbudaya,” jelas Prof. Sardjadi.