Gayeng, PBI UMK Angkatan 2006 Adakan Reuni

UMK - Temu kangen alumni Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP UMK angkatan 2006 yang digelar di aula Masjid Darul Ilmi berlangsung seru dan sukses Minggu (2/12/2018). Serunya, reuni rindu ini mampu menghadirkan nostalgia semasa kuliah.

Nostalgia itu seperti saat ratusan hadirin diajak seperti melewati lorong waktu dan tiba pada masa sekitar 10 tahun silam. Memori itu sekejap balik diingatan saat diputar foto-foto jadul saat masih berjas biru tua (jas resmi mahasiswa UMK). Putaran foto berdurasi 12,9 menit mampu menghadirkan sejuta makna bagi tiap lulusan yang hadir.

Itu terlihat dari berbagai respon masing-masing alumni. Ada yang tak kuat menahan tawa saat melihat foto konyolnya diputar. Ada juga yang salting harus terpaksa menutup wajahnya. Terlebih bagi alumni yang hadir dengan didampingi pasangan dan anaknya.

Para alumni juga memanfaatkan kesempatan untuk berfoto-foto kembali untuk mengabadikan momen reunian. Puluhan door prize yang disiapkan panitia pelaksana dibagi bagi para alumni yang hadir.

Makin meriah acara tersebut juga diisi dengan hiburan Band Biarine. Kelompok musik mampu turut membangkitkan kenangan dengan memainkan lagu-lagu 90an ini. Beberapa juga memainkan lagu ciptaan sendiri.

Salah seorang lulusan asal Kota Jepara Mohamad Noval yang berksempatan menyampaikan pesan kesan. Di hadapan para alumni dan dosen berseloroh foto-foto yang muncul itu merupakan ekspresi yang mungkin tidak diketahui teman satu angkatan atau bahkan dosen.

Foto yang ditampilkanpun sangat unik dan beragam, sehingga veido yang berisi foto-foto yang diputar sesekali memunculkan keriuhan dan tawa. Termasuk dari dosen yang hadir.

Kaprogdi PBI Nuraeningsih yang saat itu hadir mengatakan, bangga dengan para para alumni. Tak hanya menempuh karir sebagai guru, dosen, tapi juga berwirausaha, hingga menjadi jurnalis. Diharapkan, meski sudah lulus nilai-nilai kependidikan tetap ada dalam diri tiap alumni.

”Sekarang di jurusan PBI sudah ada perubahan-perubahan. Dulu pada 2006 tidak ada mata kuliah publik speaking kini ada karena melihat kebutuhan era sekarang,” ujar Nurainingsih.

Ketua panitia Agus Sulistiyanto mengatakan, kegiatan tersebut memang cukup mengagumkan, karena hanya dibutuhkan waktu dua minggu untuk persiapan. Namun dengan tim yang solid dan kepedulian semua angkatan 2006, akhirnya kegiatan bisa terlaksana dengan baikw alaupun persiapan hanya dua minggu saja.

Memang tidak semua angkatan 2006 menjadi guru, banyak yang berkarir di bidang lain, bahkan banyak yang berwirausaha. Namun bukan berarti ilmu yang dipelajari tidak bermanfaat ketika tidak menjadi guru. Seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara, ‘semua orang adalah guru, dan setiap rumah adalah sekolah’.(Linfokom)