Halaman Utama
Artikel
Login Pengguna
| Menggapai Kemajuan dengan Teknologi Informasi |
|
|
|
MAJUNYA teknologi informasi (TI) saat ini, menjadikan jarak seolah tak menjadi halangan lagi. Sebab, dengan hitungan detik, kita bisa mengirimkan informasi (pesan) kepada orang yang kita inginkan, baik itu melalui handphone (HP) maupun jejaring sosial seperti Facebook maupun Twitter yang kini lagi digandrungi masyarakat dunia. Inilah bentuk manfaat kemajuan teknologi informasi yang bisa kita rasakan. Tentu, sebagai pengelola perguruan tinggi, kita menangkap itu sebagai sebuah peluang. Sebab, lewat “dunia maya†(virtual), semuanya bisa menjadi nyata. Karena itulah, kita tak mau menyia-nyiakan kemajuan teknologi ini untuk mengembangkan Universitas Muria Kudus (UMK). Ibarat seorang anak, UMK yang lahir 12 Juni 1980, berati telah memasuki masa kedewasaannya. Sebab, berarti usia UMK saat ini telah memasuki 29 tahun. Namun, di usia 29, bagi lembaga pendidikan perguruan tinggi, barulah memasuki pencarian jati diri. Dalam proses ini, UMK terus berkembang dan selalu ingin menatap masa depan yang lebih cerah dan menjanjikan, sebagaimana yang telah dicita-citakan dalam visi UMK, yakni menjadi Universitas Kebudayaan (Culture University). Tidak mudah untuk menggapai cita-cita itu. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa digapai. Sebab, ini jelas berbeda dengan sebuah mimpi, yang hanya sebuah kembang tidur. UMK adalah sebuah realitas yang mengemban cita-cita luhur bagi kemajuan dunia pendidikan. Karena itu, tak ada kata lelah untuk berkreasi dan kreatif dalam mewujudkan cita-cita itu. Amanah harus tetap dijalankan! Dengan kemajuan TI saat ini, menjadi cambuk bagi kita untuk membuat kemajuan, dari mimpi menjadi kenyataan, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Salah satunya, adalah dengan meluncurkan website. Keberadaan website (www.umk.ac.id), yang sempat vakum beberapa tahun, menjadikan UMK bisa dikenal di dunia. Di belahan dunia manapun, lewat website UMK, informasi tetang UMK bisa didapatkan. Bayangkan bila harus membuat instrumen infromasi barang cetakan, maka tidak mungkin akan menjangkau luar negeri dalam tempo cepat. Dengan kemajuan teknologi informasi ini, segalanya kendala informasi dapat teratasi. Semoga saja, website yang telah kita luncurkan, bisa memberikan informasi yang update tentang UMK. Sebab, memang tujuan dari adanya website ini, di antaranya adalah sebagai instrumen komunikasi bagi stakeholder UMK khususnya dan masyarakat luas umumnya. Selain itu, sebagai sarana promosi, pencitraan, dan sebagai data base kegiatan-kegiatan UMK (terutama kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat). Semoga kemajuan teknologi informasi ini bisa dimanfaatkan secara positif demi kemajuan UMK. (*) |
UMK Puasa
Pengumuman
Pengumuman Pemenang Lelang
Terkait
Poling
|
|





Comments
beragam kebijakan yang dibuat kampus dalam pengembangan IPTEK, baik bagi mahasiswa ataupun civitas akademika yang lain...
taka ada gading yang tak retak...bgt kata pepatah, akan tetapi segala kebijakan yang dibuat kampus nampaknya kurang memperhatikan nasib kaum wong cilik.. sebagai contoh pengembangan IPTEK melalui pengadaan Hotspot area dilingkungan kampus, sunggunh sebuah pelayanan yang mewah dan bermanfaat bagi mahasiswa yang MEMILIKI LAPTOP (KAYA) namun, rupanya ada pihak yang terlupakan dengan adanya fasilitas tersebut.. kamum miskin yang tidak memiliki LAPTOP harus rela menelan ludah melihat kawan2 yang lain memanfaatkna fasilitas tersebut.. Ketika sedikit menengok kebelakang, dulu Mahsiswa merasa terbantu dengan ada Warnet Kampus, tapi sekarang.......
Tapi ngomong2 tentang Teknologi IT,sebenarnya saya malu sebagai mahasiswa UMK,karena kita justru jauh tertinggal dibanding Universitas2 suwasta di jateng.
Bagaimana tidak, Universitas yang begini megah mahasiswanya kalau registrasi dan bayar kuliah masih manual,
Ironisnya kita sebenarnya mempunyai fakultas teknik yang begitu besar dengan 2 progdi(SI)dan(T I) yang mempunyai kompetensi dibidang IT,.
Sebenarnya jika para punggawa Fakultas Teknik di beri kepercayaan untuk mengelola itu saya yakin mereka mampu kok..
Kan lebih enak ketika mahasiswa bisa registrasi secara online dan bayar dengan cara transfer, registrasi bisa lewat HP nyambi facebookan.
jadi g perlu antre berhari hari,dan waktu liburan mereka pun bisa tenang bahkan bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif, Berkegiatan di BEM/UKM mungkin.
Semoga birokrat mendengar jeritan Kami
RSS feed for comments to this post.